28
Apr

ANGGAPAN MENGENAI BAB

 

Rata-rata manusia, makan dalam sehari sabanyak 3 kali dan karenanya perut manusia menjadi terisi dengan makanan tersebut. Dan di dalam perut makanan ini di proses sehingga hasil dari proses tersebut perlu di keluarkan dengan cara buang air besar. Dalam melakukan buang air besar, individu yang satu tidak sama dengan individu yang lain. Kuantitas setiap individu dalam buang air besar tentunya berbeda-beda. Ada yang beberapa kali dalam satu hari, atau sekali dalam beberapa hari, dan bisa saja hanya sekali dalam seminggu. BAB yang dianggap  normal jika frekuensinya 2 kali sehari atau setiap hari. Dalam kesempatan lain, dan juga ada yang beranggapan bahwa frekuensi BAB yang  normal dari individu yang satu dengan yang lain berbeda. Normal bagi satu individu, belum tentu juga normal bagi individu yang lain. Dengan kuantitas buang air besar yang berbeda-beda setiap individu, apakah akan berpengaruh terhadap kesehatan tubuh?

Di masyarakat sendiri memang sudah tertanam pemahaman bahwa buang air besar setiap hari di jadikan sebagai hal yang wajib. Karena masyarakat menganggap jika feses yang ada di dalam tubuh harus di buang setiap harinya, karena jika tidak dapat membahayakan bagi  kesehatan.  Ada beberapa orang mengungkapkan bahwa yang perlu diperhatikan adalah sehat atau tidaknya feses seseorang bukan seberapa sering individu tersebut ke kamar mandi. Dan juga ada yang mengungkapkan hal yang sebaliknya bahwa “sebaiknya, buang air besar menjadi hal pertama dilakukan pagi hari saat bangun tidur”. Karena makanan yang di makan di malam sebelumnya akan di cerna oleh usus pada malam hari dan siap untuk di keluarkan pada pagi harinya. Oleh karena itu feses harus di keluarkan setiap hari yaitu di pagi hari. Pengeluaran feses ini juga di pengaruhi oleh pola hidup sehat individu.

Ketika ingin mengetahui kesehatan seorang individu perhatikan fesesnya. Salah satu penelitian menyatakan bahwa feses yang ada dalam tubuh akan menunjukkan bagaimana kondisi kesehatan seseorang. Dan juga ada mengungkapkan bahwa jika seorang individu ingin mengetahui kondisi tubuhnya, perhatikan betuk, warna dan aroma dari feses individu tersebut. Namun banyak individu yang kurang memperhatikan dan tidak sadar dengan kebiasaan BAB yang tidak normal. Seperti yang sudah diungkapkan oleh beberapa ahli, bahwa feses dapat mengetahui kondisi fisik seseorang. Kebiasaaan buang air besar yang tidak diperhatikan bisa jadi menjadi gejala kanker kolorektal.

Feses yang hanya dianggap kotoran nyatanya bisa menjadi indikator dalam menentukan kondisi kesehatan tubuh seorang individu. Sebagai individu yang mempunyai akal dan pikiran, hendaknya lebih perhatian dengan kesehatan pribadi masing-masing. Agar nantinya tidak berdampak pada kesehatan. Karena sesuatu yang di anggap remeh bisa jadi menjadi hal yang mematikan bila orang tersebut terus menerus tidak perduli dengan kondisi fisiknya sendiri.